YURISTGAMEINIGAMEID101

Danau Tuadale


Suaka Margasatwa Danau Tuadale yang lebih dikenal dengan nama Danau Tuadale berada di desa Lifulo yang masuk dalam wilayah kecamatan Kupang Barat. Dari pusat kota, danau ini bisa ditempuh melalui jalur darat sejauh 30 km. Perjalanan menuju danau akan melewati jalan yang sama ke arah desa Tablolong.
Sebelum tiba di desa Tablolong akan ada persimpangan untuk menuju ke Danau Tuadale. Perjalanan menuju ke danau tersebut dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor selama setengah jam. Sayangnya belum ada kendaraan umum yang bisa mengantarkan langsung ke lokasi Danau Tuadale. Jadi bila ingin berkunjung ke danau ini bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan yang bisa diperoleh di pusat kota Kupang.
Pengunjung yang datang dapat dengan mudah menemui burung merpati yang sedang berkeliaran di sekitar Danau Tuadale, juga bisa ditemui spesies burung lain dengan warna yang menarik.
Ada banyak lagi hewan selain burung yang menjadikan kawasan di sekitar Danau Tuadale sebagai tempat tinggal mereka. Di sekitar danau ini bisa ditemui hewan, seperti ular sanca, bangau putih, biawak, perkici, ulung-ulung, burung camar, burung puyuh, dan juga alap-alap. Tidak semua hewan yang ada di Danau Tuadale menjadikan area ini sebagai tempat tinggal permanen. ada juga kelompok hewan yang hanya tinggal di Danau Tuadale pada musim-musim tertentu saja. Mereka adalah burung air yang sedang melakukan migrasi dan tinggal sementara di Danau Tuadale.
Beberapa pohon yang tumbuh di sekitar kawasan Danau Tuadale adalah pohon jati, ketapang, lontar, waru, gewang, jambu, dan juga pohon kelapa. Pandan yang masuk dalam golongan tumbuhan monokotil juga terlihat tumbuh di kawasan Danau Tuadale. Salah satu ekosistem yang menjadi bagian dari kawasan Danau Tuadale adalah ekosistem mangrove. Karena itulah tanaman yang terlihat paling dominan tumbuh di tepi danau adalah tanaman bakau.
Tanaman bakau ini tumbuh dengan lebatnya dan hampir menutupi semua tepi Danau Tuadale. Selain mempunyai ekosistem mangrove, Danau Tuadale juga mempunyai kawasan hutan berupa ekosistem hutan daratan rendah dengan batuan kapur vulkanis. Semua ekosistem yang terletak di sekitar danau Tuadale ini berada diatas kawasan seluas 10 hektar.
Salah satu kegiatan rekreasi yang bisa dilakukan oleh para pengunjung bila sudah tiba di Danau Tuadale adalah berkeliling danau dengan perahu kecil. Perahu tradisional yang terbuat dari batang kayu utuh yang dilubangi pada bagian tengahnya tersebut bisa disewa dari warga setempat.
Selagi tidak digunakan, mereka bisa mengantarkan pengunjung untuk berkeliling danau dengan menggunakan perahu dengan bagian depan yang meruncing milik mereka. Tapi jangan mengharapkan ada fasilitas seperti jaket pelampung ketika menggunakan perahu kecil tersebut. Karena profesi utama mereka bukan sebagai penyedia jasa wisata air di Danau Tuadale.
Penduduk yang tinggal di sekitar Danau Tuadale ada yang membuat tambak di perairan danau. Tambak ini digunakan untuk membudidayakan berbagai jenis ikan air tawar. Disini pengunjung bisa memperoleh ikan segar dengan cara membelinya dari pemilik tambak.. Tidak perlu repot membakar ikan sendiri. Karena di Danau Tuadale, pemilik tambak akan membakarkan ikan tersebut. Sehingga pengunjung bisa menikmati langsung hidangan ikan bakar di Danau Tuadale. Sayangnya penjual ikan tidak menyediakan nasi. Jadi bila ingin menikmati ikan bakar dengan nasi, sebaiknya sudah membawa nasi sebelum datang ke Danau Tuadale.
Jenis ikan air tawar yang sering dibeli oleh pengunjung dari pemilik tambak untuk dibakar adalah ikan bandeng. Tapi bukan ikan itu saja yang dibudayakan ditambak. Masih ada pilihan ikan lain, bila kurang suka dengan bandeng. Ikan lain yang juga dibudayakan adalah ikan mujair dan ikan gabus. Kedua ikan tersebut juga bisa dibakar untuk dinikmati selama berekreasi di Danau Tuadale.
Bila memperoleh ikan dengan cara membelinya dari nelayan kurang terasa seru, maka pengunjung bisa mencoba untuk memancing di Danau Tuadale. Tentu saja peralatan memancingnya harus disiapkan sendiri. Karena disini tidak ada kios yang menyewakan peralatan memancing. Umpan untuk memancing bisa diperoleh disekitar danau. Tapi kalau sudah bawa alat pancing sendiri, jauh lebih mudah sekalian bawa umpannya, baik itu umpan hidup atau umpan buatan. Sehingga bisa langsung memancing bila telah tiba di danau tanpa perlu repot lagi mencari umpan.
Dalam seminggu, Danau Tuadale paling ramai dikunjungi pada hari minggu. Kunjungan yang ramai ini turut berpengaruh pada pendapatan masyarakat setempat. Misalnya pemilik tambak bisa menjual hingga 250 ekor ikan pada hari minggu saja. Sebagian besar pengunjung yang datang ke Danau Tuadale tentu saja adalah penduduk lokal. Mereka datang bersama keluarga untuk menghabiskan waktu berekreasi selama akhir pekan.

About Author

Related Post