YURISTGAMEINIGAMEID101

Antara TIRANI dan NURANI

zonantt.com

Soekarno, Sang Bapak Bangsa pernah berkata tatkala dia ditanya mengenai apa kekuatanya sehingga sulit dikalahkan bangsa barat: “ Bukan Saya yang kuat, tetapi Rakyat saya yang kuat. Jika ingin hancurkan saya, hancurkan rakyat saya ” simple dan mendalam. Sebuah pernyataan nasionalisme yang perlu direfleksikan oleh setiap anak bangsa.
Pemilih cerdas Memilih antara TIRANI & NURANI Tirani menunjukkan seorang pemimpin yang mengandalkan kekuasaan, kekayaan dan kekuatannya di hadapan rakyatnya yang lemah. Nurani menunjukkan seorang pemimpin yang menaruh kepercayaan penuh pada Kekuatan Rakyatnya di mana dia akan menjadi abdi Negara.
Ada sebuah kesalahan kolektif yang menjadi persepsi keliru dari masyarakat kita. Apakah kesalahan itu? Kesalahan itu adalah masyarakat serba mengandalkan pemimpin sebagai jaminan kesejahteraan. Memandang pemimpin sebagai final design perbaikan hidup adalah sebuah kesalahan kolektif. Dulu di era bar-bar (primitif) kepemimpinan sangatlah strategis.Kini di era kompetensi, era kompetisi, era kemandirian, era mananjemen dan era transparansi dimensi kepemimpinan menjadi minor. Mengandalkan pemimpin sebagai perubah nasib bersama adalah kesalahan patal.
Mengapa demikian? Karena pemimpin sebenarnya hanyalah pelayan. Pelayan dari potensi terpendam masyarakat. Bahkan bukankah seorang pemimpin terlahir dari rakyat? Tak ada pemimpin tanpa rakyat dan rakyat akan selalu ada sekalipun pemimpin absen. Pemimpin itu muncul bergantian dari potensi individu yang terbentuk karena realitas rakyat. Rakyatlah sumber kekuatan kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan bersama. Dalam tubuh rakyatlah potensi kesejahteraan terpendam.
Karena pemimpin di era kini banyak terlahir karena proses demokrasi dan setiap periode berganti maka jangan serahkan harapan sepenuhnya pada pemimpin. Bila pergantian kepemimpinan itu tidak ada jaminan lebih baik maka “kedaulatan kesejahteraan” harus ditangan rakyat bukan ditangan para pemimpin. Jangan menyerahkan harapan perbaikan kesejahteraansepenuhnya pada pemimpin yang selalu berganti. Harapan itu ada pada tubuh rakyat sendiri.
Pemimpin hanyalah “asesoris demokrasi” dalam upaya manajemen pemerintahan sebagai institusi pelayan publik. Bila rakyat terlalu menyerahkan masa depan pada para pemimpin dan partai politik maka rakyat akan dipermainkan. Sebaiknya rakyatlah (sebagai pihak yang dilayani) seharusnya memainkan/mempermainakan partai politik/politisi dan peran para pemimpin.
Rakyat tidak akan menjadi korban politik kepemimpinan dan partai politik bila berdaya dan cerdas. Kesejahteraan, kecerdasan dan kemandirian rakyat akan menghindarkan proses menggadaikan harapan pada pemimpin/partai politik dalam membangun kesejahteraan. 
 Semoga Selamat Menentukan Pilihan Kita 
Tuhan Memberkati

About Author

Related Post