YURISTGAMEINIGAMEID101

POLEMIK PPDB 2018 TINGKAT SMA/SMK KUPANG

zonantt.com


Masalah pendidikan memang sangat mendasar dan wajip untuk diperhitungkan dari bawah sampai yang di atas karena ini menyangkut jati diri Negara ini karen tanpa pendidikan apalah arti sebuah Negara.
Sebab itu masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan peraturan yang dikeluarkan mmulai bersuara, seperti yang sisampaikan oleh Bapak Yap Sir berikut ini
Saya Yap Sir menyampaikan "DUKACITA" mendalam atas matinya Hati Nurani :
  1. KADIS PPO PROV.NTT
  2. SELURUH ANGGOTA DPRD (Komisi V) PROV.NTT
  3. Pemerintah Prov. NTT
Dari 724 Calon Siswa SMA/SMK yang tidak diterima, 246 sampai sekarang belum sekolah, 158 Calon Siswa bersama orang tua : menemukan Sangat banyak Penyimpangan dalam penerapan (PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU) PPDB sistem Zonasi (PERMENDIKBUD NO 14 TAHUN 2018) :
  • TIDAK ADANYA PETUNJUK TEKNIS pelaksanaan melalui Peraturan daerah, sebagai bentuk penjabaran Permendikbud tersebut.
  • Penyimpangan tahap Pembagian Zona, seperti: penetapan Zona I dan Zona 2 TIDAK didasari/ diatur pada Permendikbud.
  • Menjamurnya praktek "Calo" mengatas-namakan pejabat pada SMAN 1 & SMAN 3 dengan standard harga minimal Rp. 2.500.000,-
  • Anak Pejabat masuk jalur khusus menggunakan "Kartu Miskin"....
  • Bahwa Sampai Saat ini : Seluruh Siswa/i pada Sekolah" SMA dan SMK kelas 10 yg ada di Kota Kupang, belum efektif KBM, karena belum disahkan oleh KADIS PPO PROV NTT. Termasuk SMAN 1 KUPANG yang sementara diliburkan selama 1 minggu
  • DLL.
Beliau juga menegaskan bahwa “Saya YAP SIR punya data & tidak asal bicara” dan Saya minta waktu dan kesempatan kepada Ketua Komisi V DPRD NTT ( Jimmi Sianto) dan seluruh Anggotanya, untuk mengadakan "DEBAT TERBUKA" khusus kaitannya dengan PERMENDIKBUD NO 14 TAHUN 2018 tentang Penerapan PPDB / ZONASI TINGKAT SMA/SMK 2018.
NB : Kami orang tua Calon Siswa/i yang tidak diterima pada sekolah-sekolah berdasarkan Verifikasi  Menyatakan dengan tegas, bahwa kami tidak terima jika terus-terus disalahkan, seolah-olah kami yang tidak tahu aturan, memaksakan kehendak dan dianggap "bodoh". 

@Colek_jimmi sianto...dtt. Mohon tanggapannya.
Mksh.

About Author

Related Post