YURISTGAMEINIGAMEID101

SIDANG MK HARI INI AKHIRNYA MEMBUAT JOKOWI MENANGIS


Sidang sengketa Pilpres di MK hari ini boleh jadi adalah sidang yang akan sangat diingat oleh capres Jokowi. Pasalnya, pagi ini, sembilan hakim agung MK memutuskan bahwa semua kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematif, dan masif oleh kubu Jokowi yang dituduhkan oleh kubu Prabowo ternyata terbukti.

Segala upaya yang dilakukan oleh tim kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf yang menghadirkan Candra Irawan dan Anas Nashikin sebagai saksi serta Prof Edward Omar Syarief Hiariej dan Dr Heru Widodo sebagai ahli dalam sidang hari ini juga ternyata tak banyak membantu keputusan dari MK.

“Hakim memutuskan bahwa memang terdapat kecurangan yang terstruktur, sistematif, dan masif, dengan pembuktian berupa NIK tidak terdaftar sejumlah lebih dari tujuh juta, atau lebih dari sepertiga selisih suara antara Jokowi dan Prabowo,” terang hakim MK.

Ruang sidang langsung bergemuruh. Pendukung kedua kubu sama-sama berteriak keras. Pendukung dari kubuh Jokowi berteriak sambil protes, sedangkan pendukung dari kubuh Prabowo berteriak menunjukkan dukungannya terhadap putusan hakim yang membahagiakan. “Hidup Hakim, Hidup Konstitusi, Hidup Rakyat!!!” teriak mereka.

Anggota dari tim hukum Jokowi-Ma’ruf, Luhut Pangaribuan juga langsung menghubungi Jokowi agar segera merapat ke gedung MK tempat dimana sidang berlangsung.

Jokowi, dengan ditemani beberapa staf kepresidenan didalamnya termasuk juga Mensesneg Pratikno dan komandan Paspampres Maruli Simanjuntak, langsung bertolak ke gedung MK. Padahal sedianya, sore ini, Jokowi harus rapat mendadak dengan Mendikbud membahas polemik sistem zonasi sekolah yang sempat menjadi isu nasional.

Sesampainya di gedung MK, Jokowi buru-buru masuk. Ia bahkan tidak menghiraukan para wartawan yang langsung menghampirinya dan berusaha menghalangi jalannya. Tepat dipintu masuk gedung MK, Luhut tampak sudah menunggunya. Para Hakim pun berdiri menyambut sang Presiden yang dalam sidang sengketa tersebut statusnya sebagai calon presiden, bukan presiden.

Luhut langsung memeluk Jokowi dan berkata.

“Maaf, Pak. Ternyata memang ada kecurangan dalam proses pemilu kemarin. Hakim memutuskan Prabowolah yang kelak berhak dilantik jadi presiden.” kata Luhut.

Jokowi dengan mata berkaca-kaca tampak tegar. Sembari mengokohkan pundak Luhut, ia berkata “Nggak papa, Pak Luhut, memang sudah begitu jalannya. Kita harus menghormati putusan Hakim.”

Walau terlihat sangat tegar dan menerima putusan dari hakim, namun Jokowi tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia terlihat nangis mimbik-mimbik.

Saat Jokowi menangis mimbik-mimbik itulah, dari belakang, muncul Ketua MK Anwar Usman. “Selamat Ulang tahuuuuuun!!!” katanya sembil membawa nampan berisi kue tart di atasnya lengkap dengan lilin angka 58.

Lagu ‘Selamat Ulang Tahun’-nya Jamrud langsung berkumandang.

Seluruh peserta sidang tersebut termasuk para saksi langsung berteriak kompak, “Yeeeeee, SELAMAT ULANG TAHUN, Pak Jokowi!”

Jokowi langsung tertawa. “Ah, kalian ini…” katanya pada para hadirin. Jokowi lantas berbisik pada Luhut. “Hut, Luhut. Kamu itu mbok ya tolong di inget, aku ini Presiden, bukan Reza Arap atau si Atta Halilintar.”

Ah, andai saja kisah di atas benar-benar terjadi.

SELAMAT ULANG TAHUN, Bpk JOKOWI. 

About Author

Related Post