YURISTGAMEINIGAMEID101

Dulu dan Kini.!

 

Dulu..

Di waktu yang kita sebut dengan perjuangan

Kita berdarah menginjak kerikil tajam yang bertebaran di tanah menuju masa depan

Saling menggenggam tangan agar satu tidak tertinggal

 

Dulu...

Di waktu yang kita panggil terindah

Kita tertawa memandang setiap derita yang berakhir luka dalam dada

Saling melantunkan syair pemberi nyawa agar tidak menyerah

 

Dulu...

Di waktu yang kita namakan sahabat

Kita mengulas setiap nestapa menjadi suka yang memikat

Saling melagukan doa kepada sang pencipta agar cinta tidak segera diakhiri

 

Dulu...

Di waktu yang kita sebut lalu

Kita membalas setiap tatapan senja dengan wajah merona

Saling menyanyikan lagu penyambut malam yang dipenuhi kertas-kertas putih beraroma tualang

 

Dulu

Di waktu yang kita sambut dengan bahagia

Kita tersenyum lebar pada kamera dengan sinar mata bahagia

Saling mengucap salam bahwa waktu akhirnya berhenti

Kita menuju perpisahan

 

Dulu...

Di waktu yang hanya tersisa berjilid-jilid buku

Kita saling memeluk memberi salam

Kita berpisah langkah menuju masa depan

 

Kini...

Di waktu yang kita sebut asing

Kepak camar menjadi pengiring sendu yang paling pedih

Tiada lagi wajah yang menatap maupun senyum yang tercipta

 

Kini...

Di waktu yang kita panggil bisu

Tiada lagi teguran mesra yang mengundang banyak jahil

Hanya sebatas menatap potret tanpa keinginan untuk menegur

 

Kini...

Di batas senja yang setia membias, kisah kita berhenti

Sebatas bayangan lepas yang tenggelam dalam lautan kenangan

Mengejar masa tanpa perlu lagi bergandengan tangan

 

Kini...

Di waktu yang kita namakan rentang

Melagukan masing-masing kisah perjuangan yang membentang

Tanpa sedikit keinginan untuk berbagi

Kita telah berpisah tualang

 

Kini...

Di waktu yang terpaut jauh

Kita hanya saling memandang semu

Tidak lagi menyanyikan lagu indah pengiring senja yang tertidur

 

Dulu dan kini..

Mereka benar bahwa waktu berubah, orang juga berubah..

Maka bila dulu kita saling menggumamkan doa bersama

Kini, aku mendoakanmu dalam sepi sendiri

Semoga kau menemukan bahagiamu dan selalu baik-baik saja dijaga olehnya

 

Kamu yang pernah menjadi kita!

About Author

Related Post