YURISTGAMEINIGAMEID101

Cinta Sendiri

Lambat waktu menyajikan kata

Aksara cinta yang tidak sudi terbaca

Rasa yang dahulu sempat kandas

Muncul dalam balutan nada indah

 

Kembali, hujan menepuk pundak kasar

Lantunan lagu doa mengiringi hati yang meragu

Aku berdiam disini memikirkanmu

Setia mengingatmu dalam doa yang senyap

 

Di tempat yang kusebut sunyi ini

Aku masih setia menuliskan namamu dalam lembaran doa

Kepalan tangan yang terkatup

Masih aku memastikan pada Tuhan kau baik-baik saja

 

Kini, ada yang ingin kuakui padamu

Tentang rasa tersulit yang terlanjur merajut dalam hati

Mengepakkan kembali sayap yang pernah patah

Mengajakku menggapai angan-angan bahagia

 

Bolehkah kukatakan sekali lagi

Aku mencintaimu

Dalam usia yang panjang

Dalam waktu yang menyebut banyak hal telah menghilang

 

Dari tempat ini

Di bawah remang cahaya purnama

Aku bermain dengan waktu

Mencumbu bayanganmu erat

 

Menatapmu dari jauh

Melihat senyummu meski hanya sebatas lirikan halus

Mendengar tawamu di tengah riuh

Aku mencintaimu dan ini cukup

 

Cukup bagiku untuk mengetahui keadaanmu

Cukup bagiku mencintaimu seperti ini

Dalam sunyi dan sendiri

Dalam rintik maupun sinar

 

Aku mencintaimu

Setabah awan yang menampung uap air

Seikhlas bumi yang selalu menerima jatuhnya hujan

Seindah warna pelangi setelah hujan mereda

 

Aku mencintaimu

Meski kalimat ini takkan sampai padamu

Aku mencintaimu

Meski kau tidak bersedia mendengar

 

Aku mencintaimu dan aku menyukai ini

Menatapmu dalam diam

Menyebut namamu dalam senyap

Debar jantung yang bersembunyi

 

Kau, jatuh cinta terbaik yang pernah kualami

Perasaan rela mencintai meski tak harus berbalas rasa

Aku tidak merasa perlu memikirkan

Apakah harus kau juga mencintaiku atau tidak

Dan ini menyenangkan

 

Aku mencintaimu

Dengan seluruh keseluruhan rasa yang diciptakan semesta

Di antara ribuan bintang yang setia berkelip menemani malam

Di bawah atap sinar purnama yang memukau

Kau tetap kucintai di lubuk hati terdalam

 

Tidak lagi aku menyimpan duka

Tentang bagaimana mencintai tanpa balasan

Karena nyatanya menemukan senyummu di gelap malam temaram

Hatiku pun tersenyum kala menatapmu

 

Gerak tubuhmu yang halus membius

Gelak tawamu yang merdu membasuh rindu

Aku masih bisa dengan bebas memikirkanmu

Meski tidak bisa menggapai sosokmu yang elok

 

Katakanlah aku pengecut

Karena dengan diam-diam memuja keelokan parasmu

Tanpa sedikitpun berani untuk menyampaikan rasa

Yang setia membenamkan diri dalam duka hati

 

Benar, aku tidak berani memujamu dari dekat

Kau begitu indah dan aku tidaklah cukup berharga untuk menatap warna matamu yang rupawan

Aku hanya mampu seperti ini

Mencintaimu dalam jarak yang cukup untuk kunikmati

 

Mengerti, akhirnya aku mengerti

Inilah rasanya mencintai tanpa banyak berkata

Hanya rasa yang timbul seperti letupan

Mengiringi langkahku untuk semakin mencintaimu

 

Sekali lagi, aku mencintaimu

Aku mencintaimu dengan kerelaan yang sungguh

Mencintai dengan ikhlas dan rela

Mencintai tanpa mengharap balas

 

zonantt.com

About Author

Related Post