YURISTGAMEINIGAMEID101

Penantian yang sia-sia

zonantt.com

Segelas kopi hangat temani sepiku dimalam itu. Suara jangkrik terdengar di mana-mana.

“Ahh, begitu tenang malam ini.” Gumamku dalam hati.

Ya begitulah setiap aku pulang kerja. Selalu menghilangkan kepenatan di belakang rumah .

Tiba-tiba ponselku berdering aku mengangkatnya dan melihat siapa yang telah menganggu waktu istirahat ku ini.

Betapa bahagianya aku ketika Melihat nama itu . Apakah aku bermimpi? Klaku mencubit pipiku oh ini nyata, aku tak sedang bermimpi.

Dia yang selama ini ku tunggu kabarnya akhirnya menelpon ku

“hallo”

“Iaa ini niki yah?”

“Iaa saya sendiri.”

“Dek bukain gerbang yah aku di depan pagar rumahmu.”

Aku bergegas menuju pagar  dan ,wow akhirnya anak yang hilang telah kembali.

Aku memeluknya dan berkata “kak aku rindu .”

Tapi segera dia melepaskan tanganku dari tubuhnya.

“Dek kita bicara di dalam yah. Ada yang mau aku omongin sama kamu.”

“Oh ia kak .ayo masuk. “

Aku mempersilahkan dia untuk masuk ke dalam rumah.

“Kak mau minum apa biar niki ambilin.”

“Apa aja deh .” Jawabnya dengan nada datar

“Oke kak . Tunggu yah.”

Aku kembali ke dapur untuk mengambil minuman .

“Kak monggo di minum.”

“Makasih yah dek.”

“Ia kak.”

Kami pun berbicara panjang lebar tentang keseharian kami saat menjalani hubungan LDR.

Oh aku lupa ,dia ada pacarku namanya hengky .kami sudah menjalani hubungan selama  tahunan lebih. Selama pacaran kami hanya bisa bertemu via sosial media. Aku selalu berdoa agar secepatnya bertemu dengannya,dan doakupun terkabul.

 

Setelah bercerita akhirnya hengky mulai membicarakan tujuan ia ke rumahku.

“Dek pertama kk kinta maaf yah.”

“Loh kok minta maaf?”

“Ia dek tujuan kakak kemari adalah untuk memberitahu kalau kakak sudah di jodohkan sama seorang dokter. Itu adalah pesan terakhir dari almarhumah mamaku”.

Aku tersentak dan hampir tidak percaya dengan kata-katanya. Aku ingin menangis saat itu . Hatiku bagai tersayat pisau. Mataku berkaca-kaca . Tapi aku tetap tersenyum  walaupun hati begitu sakit saat mendengar pernyataanya.

“Dek , kamu ngga apa-apa kan?”

“Oh ia kak, aku ngga apa-apa. Kalo emang itu udah keputusan mamamu ya udah ikutin aja .”

“Makasih ya dek”

“Ia kak sama-sama.”

“Aku lansung pulang yah dek .”

“Oke kak  .hati-hati yah.”

Setelah ia menghilang dari pandanganku aku berlari ke kamar  dan menangis sejadi-jadinya.

Tenyata penantianku selama ini hanya sia-sia.  Apakah mencintai harus sesakit ini? Oh Tuhan aku tak sanggup.

 

About Author

Related Post