YURISTGAMEINIGAMEID101

Mama, Aku Rindu

zonantt

Luka panjang setia melintang

Rindu menemuiku di batas pagi

Embun memeluk dalam kebisuan

Menyaksikan pedih yang tertawa gembira

 

Kemarin aku masih mendengar kau menyebut lembut namaku

Kemarin aku masih menggenggam dengan erat jemarimu

Kemarin aku masih bercerita mengenai sejuta mimpi

Kemarin kau masih menepuk halus ubun kepalaku

 

Tetapi hari ini kau bisu

Aku menanti senyummu namun tidak lagi terbit

Aku memanggil namamu namun diam yang kutemui

Duka kembali menghampiri

 

Sekilas air mata membayang di pelupuk

Dada terasa sesak

Aku menatapmu lekat

Tertidur dalam pulas yang abadi

 

Kau telah pergi bersama separuh cinta

Beranjak pelan menuju nirwana

Tinggal raga yang kutatap dalam hari yang singkat

Sebelum tertutup rapat dalam tanah

 

Kenangan tentangmu berseliweran di pupil mataku

Tawamu yang selalu membahana

Teguranmu yang seringkali membuatku memacu jantung

Pelukanmu ketika terlelap

 

Aku ragu apakah selepas ini aku masih bisa tertawa riang

Aku takut apakah setelah ini aku masih bisa melangkah tegas

Nyatanya aku tidak lagi memiliki tempat pulang yang utuh

Untuk kusampaikan beragam rasa yang menemaniku sepanjang hari

 

Aku kehilangan separuh cahaya senja

Yang selalu kutatap diam-diam ketika sore tiba

Aku kehilangan separuh bintang

Yang kita lihat berdua dari bawah atap rumah

 

Mama...

Kamarku kini kosong

Tiada lagi sosokmu

Tempat tidurku mendingin

Tak ada lagi pelukanmu yang hangat

 

Mama...

Bagaimana aku nanti bisa menjalani hari tanpamu?

Aku belum banyak membalas segala rasa

Kau pergi tanpa memperoleh banyak balas

 

Mama...

Aku menyayangimu

Cinta yang kau beri tanpa menuntut balas

Terpatri lekat dalam benak

Mengiringi langkah kaki menyambut cakrawala

 

Mama...

Aku pasti mengingat setiap petuah

Yang selalu kau ucapkan ketika kita hendak terlelap

Yang kau lantunkan ketika berdoa

 

Mama...

Mataku tidak lagi bisa menangis

Tetapi hatiku sungguh berdarah

Merintih karena kenyataan yang tak bisa kusangkal

 

Mama...

Aku akan merindukanmu

Tanganmu yang keriput namun penuh kehati-hatian

Suaramu yang keras namun penuh kasih sayang

 

Mama...

Banyak tanya yang masih ingin kujabarkan

Masih banyak jawaban yang ingin kudapat

Darimu yang tiada lelah memberi jawaban

 

Mama...

Kini aku sendirian meniti langkah

Padahal aku masih membutuhkan bimbinganmu

Untuk merajut mimpi yang selalu kuutarakan padamu

 

Mama...

Kini aku hanya berdiam dalam sunyi kamar

Mengingat segala kenangan yang kita buat berdua

Melipat tangan sendirian dan berdoa kepada Bapa

Semoga Ia mendengar dan menyampaikan rinduku padamu

 

Mama...

Semoga kau baik dalam perjalananmu

Semoga kita dapat bertemu lagi

Di waktu aku juga berpulang

About Author

Related Post