YURISTGAMEINIGAMEID101

Situasi Pubabu-Bisipae yang belum terselesaikan.!!

 

Inilah tontonan dan kisah dari tindakan pemprov NTT dan Aparatnya yang menambil keputusan terhadap masyarakat pubabu-Besipae.

Pada 14 Oktober 2020 tepatnya pukul 11:48 WITA, Rombongan Maysarakat dari luar, POL PP, TNI, POLRI serta Orang" bertato ( masyarakat menduga itu sekelompok Preman ) datang ke lokasi konflik pubabu-besipae, Tujuan rombongan Aparat keamanan, warga dari luar dan preman adalah ingin melakukan penghijauan pada lahan bermasalah tersbut dengan cara menanam anakan lamtoro.

Maksud dan tujuan dari rombongan yang datang tersebut mendapat penolakan dari warga Pubabu-Besipae dikarenakan masalah dari hutan (lahan) Pubabu tersebut belum mendapatkan titik temu atau belum selesai, alasan lainnya adalah situasi covid19 yang sampai sekarang belum teratasi, dalam situasi tersebut memang sulit apalagi rombongan Aparat keamanan yang Bersama dengan preman dan warga dari luar yang dating itu mencapai 200an orang.

Dan pada pukul 13.00 WITA terjadi keributan antara  masyarakat dan Aparat yang datang tesebut, tindakan represif yang terjadi itu lagi-lagi di pertontonkan oleh orang-orang suruhan dari Pemprov NTT terhadap anak-anak dan perempuan Pubabu.

Korban Kekerasan sbb :

1. Debora Nomleni ( Perempuan/19 ) tangannya di putar sampai keseleo

2.  Mama Demaris di cekik dan dibanting sampai lehernya terluka hingga pingsan

3. Garsi Tanu (laki-laki/10 ) di tarik2

4. Novi ( 15 ) di banting dan di tendang sampai badan ya penuh dengan lumpur

5.  Marlin di dorong sampai jatuh

Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Negara Untuk menyengsarakan dan menindas Rakyat. Jadi mohon untuk lihat dengan matahati, dan kepada aparat yang bertuga untuk kegiatan tesebut sebaik melakukan atau bertindak sebagaman sumpah jabatan yang telah diambil..!

 


About Author

Related Post